Senin, 12 Agustus 2013

Detak jantung terus berlantun
Langkah kaki tetap ber terpadu
Dalam lembaran penuh warna kehidupan
Angan yang terpendam akan terwujud
Cita-cita yang tinggi akan tergapai
Dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan

Itulah arti dari mencintai diri sendiri.

Jika kita mencitai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya, walaupun dia tidakberada disisi kita.
Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tetapi, mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati kepada kita??? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah cinta...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba, jangan sesekali menyerah jika kita merasa masih sanggup. jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakannya. cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan. 

Jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang hingga Ia meninggal dunia, dan akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusarannya.sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah, sebelum bertemu dengan orang yang tepat. kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, tetapi lebih menyakitkan mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu padanya. Seandainya, kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah, kadangkala kita mencium wangi harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari. 

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi. Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati, sehingga kita kehilangannya. Pada saat itu tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya, dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya baqil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup, dan cinta kepada Tuhan artinya taqwa. Lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut pasti dia akan membawa seekor ikan. lemparkan pula seseorang yang gagal dalam bercinta kedalam segudang roti pasti dia akan mati kelaparan. Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu berubah seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang bergemirincing.