Suatu masa dimana ketika janji setia diikrarkan, dan si
perempuan hanya bisa memberikan yang terbaik untuk pasangannya, pasangannya pun
merasa itu bukan sebuah pengorbanan, tetapi sebuah tingkah kekanakan. Dan si
lelaki ini memanfaatkan pasangannya untuk memberikan segala yang dia inginkan,
dengan janji tanggung jawab yang besar dan kesetiaan serta pengertian bagi
sepasang kekasih, si perempuan pun dengan entengnya mempercayai si lelaki
tersebut, yaaaa… ini memang disebut cinta, cinta bukan hal yang kekanakan
melainkan sebuah kedewasaan yang mempunyai rasa tanggungjawab didalamnya…
seperti inilah si perempuan memaknai cinta tersebut….
Hari demi hari, si lelaki selalu menunjukkan rasa jenuh nya,
tapi si perempuan hanya ingin melihatnya bahagia selalu menghibur nya meminta “apapun”
yang diinginkan si lelaki… Si perempuan sadar bahwa orang yang ia kenal ini
adalah sosok yang sangat egois dan angkuh, tapi ia yakin ia bisa merubahnya
dengan rasa perhatian yang ia berikan… tapi ternyata benar sifat selamanya
tetap menjadi sifat tidak dapat dirubah, walau bentuk pengorbanan apapun itu….
Si perempuan merasa ia rela melakukan “apa saja” yang
terbaik untuk pasangannya, si lelaki ini tidak pernah merasa berterima kasih
kepada pasangannya, yang ada di pikirannya hanya kesalahan, keburukan yang
dimiliki pasangannya…
Dan tiba pada saatnya, si lelaki pun sudah jenuh sama semua
ini, sama kisah yang mereka rajut dengan penuh pertahanan ego dari si lelaki,… si
perempuan pun tak mengerti hanya menunggu jawaban, pada suatu ketika si lelaki
mempunyai masalah dan perempuan ini ingin membantunya tapi ditolak oleh lelaki
tersebut, baiklah si perempuan pun sadar hubungan ini sudah tidak ada jalannya,
sempat berfikir untuk mengakhiri, tapi terlalu gampang menyerah menurutnya jika
ia harus mengakhiri hubungan yang selalu dia impikan dan dengan orang yang ia
sangat kasihi…. Tapi pada akhirnya si lelaki ini pun yang mengatakannya lebih
dahulu, bahwa dia ingin mengakhiri hubungan yang mereka jalin…
Dalam hidup tidak ada yang mesti berkorban, mungkin yaa
kalau saling mengorbankan, itulah cintaa… perlakukan orang yag kamu kasihi
dengan sebaik-sebaiknya, kalian berdua butuh bahagia, tertawakan masalah
kalian, cinta itu bukan kekanakan bahkan saat orang tuamu bersama dan ada kamu
itu karena ada cinta… Penyesalan cukup untuk seseorang yang berada di kisah
ini,
kadang kita salah menerjemahkan kisah, namun jika kehidupan dan cinta di jewantahkan dalam aksara seperti d atas maka bukan tidak mungkin itu salah, tp berfikirlah lebih jernih menerjemahkan kehidupan seperti semut2 yang sangat tertib berjalan untuk hidup lebih lama.
BalasHapusopieutopis