Selasa, 28 Mei 2013

Kebodohan Sebuah Hubungan



Suatu masa dimana ketika janji setia diikrarkan, dan si perempuan hanya bisa memberikan yang terbaik untuk pasangannya, pasangannya pun merasa itu bukan sebuah pengorbanan, tetapi sebuah tingkah kekanakan. Dan si lelaki ini memanfaatkan pasangannya untuk memberikan segala yang dia inginkan, dengan janji tanggung jawab yang besar dan kesetiaan serta pengertian bagi sepasang kekasih, si perempuan pun dengan entengnya mempercayai si lelaki tersebut, yaaaa… ini memang disebut cinta, cinta bukan hal yang kekanakan melainkan sebuah kedewasaan yang mempunyai rasa tanggungjawab didalamnya… seperti inilah si perempuan memaknai cinta tersebut….
Hari demi hari, si lelaki selalu menunjukkan rasa jenuh nya, tapi si perempuan hanya ingin melihatnya bahagia selalu menghibur nya meminta “apapun” yang diinginkan si lelaki… Si perempuan sadar bahwa orang yang ia kenal ini adalah sosok yang sangat egois dan angkuh, tapi ia yakin ia bisa merubahnya dengan rasa perhatian yang ia berikan… tapi ternyata benar sifat selamanya tetap menjadi sifat tidak dapat dirubah, walau bentuk pengorbanan apapun itu….
Si perempuan merasa ia rela melakukan “apa saja” yang terbaik untuk pasangannya, si lelaki ini tidak pernah merasa berterima kasih kepada pasangannya, yang ada di pikirannya hanya kesalahan, keburukan yang dimiliki pasangannya…
Dan tiba pada saatnya, si lelaki pun sudah jenuh sama semua ini, sama kisah yang mereka rajut dengan penuh pertahanan ego dari si lelaki,… si perempuan pun tak mengerti hanya menunggu jawaban, pada suatu ketika si lelaki mempunyai masalah dan perempuan ini ingin membantunya tapi ditolak oleh lelaki tersebut, baiklah si perempuan pun sadar hubungan ini sudah tidak ada jalannya, sempat berfikir untuk mengakhiri, tapi terlalu gampang menyerah menurutnya jika ia harus mengakhiri hubungan yang selalu dia impikan dan dengan orang yang ia sangat kasihi…. Tapi pada akhirnya si lelaki ini pun yang mengatakannya lebih dahulu, bahwa dia ingin mengakhiri hubungan yang mereka jalin…
Dalam hidup tidak ada yang mesti berkorban, mungkin yaa kalau saling mengorbankan, itulah cintaa… perlakukan orang yag kamu kasihi dengan sebaik-sebaiknya, kalian berdua butuh bahagia, tertawakan masalah kalian, cinta itu bukan kekanakan bahkan saat orang tuamu bersama dan ada kamu itu karena ada cinta… Penyesalan cukup untuk seseorang yang berada di kisah ini,

1 komentar:

  1. kadang kita salah menerjemahkan kisah, namun jika kehidupan dan cinta di jewantahkan dalam aksara seperti d atas maka bukan tidak mungkin itu salah, tp berfikirlah lebih jernih menerjemahkan kehidupan seperti semut2 yang sangat tertib berjalan untuk hidup lebih lama.
    opieutopis

    BalasHapus